Senin, 25 April 2016

PROFIL PERGUNU

Posted By : Admin Firdauz Software

TENTANG PERGUNU


dfdf gd

PROFIL PERSATUAN GURU NAHDLATUL ULAMA
(PERGUNU)

  1. A. Identitas Lembaga

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) mempunyai sejarah panjang sejak dirintis pada tahun 1952 sampai sekarang. Pada awalnya, organisasi ini dibentuk atas inisiatif para peserta Kongres Ma’arif se Indonesia, yang antara lain memberikan mandat kepada Ma’arif Cabang Surabaya untuk menyiapkan pembentukannya. Pada tanggal 1 Mei 1958, Ma’arif Cabang Surabaya berhasil membentuk Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Cabang Surabaya yang sekaligus sebagai kantor pusat organisasi tersebut. Kemudian, berdasarkan hasil Muktamar II PERGUNU, kedudukan kantor pusat dipindahkan ke Jakarta. Selama periode 1958 sampai dengan akhir dekade 1960-an, roda organisasi PERGUNU berjalan baik ditandai dengan berbagai prestasi, antara lain : berhasil memperjuangkan sekitar 20.000 guru-guru NU diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Agama.
Namun, selama masa Orde Baru, PERGUNU seolah-olah mati-suri karena tidak menunjukkan aktivitas yang cukup berarti. Apalagi ketika NU kembali ke khitah untuk tidak berpolitik praktis, PERGUNU nampak seperti terlepas dari NU. Hal ini diperkuat dengan tidak dimasukkannya PERGUNU sebagai salah satu badan otonom pada anggaran dasar NU sampai dengan kepemimpinan periode 2009. Barulah pada Muktamar ke 32 di Makassar, PERGUNU dinyatakan sebagai salah satu badan otonom (banom) NU sebagaimana tertuang dalam pasal 20 ayat (7) huruf f Anggaran Dasar Periode Tahun 2010-2015.
Pada tanggal 22 sampai dengan 24 Juli 2011 telah diselenggarakan Kongres ke 1 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto. Salah satu hasil kongres ke 1 ini adalah terpilihnya Ketua Umum PERGUNU Periode 2011-2016, yakni Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. Selanjutnya, ketua umum beserta jajarannya telah merumuskan AD/RT dan Program Kerja PERGUNU Periode 2011-2016.
Sebagai badan otonom, PERGUNU memiliki dasar organisasi sebagaimana ditetapkan oleh organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, yakni beraqidah Islam menurut faham Ahlusunnah Wal Jama’ah. Hal lain yang mendasar adalah PERGUNU berkomitmen kebangsaan yang kuat dibingkai dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika yang merupakan karakter dasar bangsa Indonesia.
Seperti halnya organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, PERGUNU melibatkan diri dengan unsur kekuatan bangsa lainnya bahu membahu membangun negara demi terwujudnya Indonesia yang adil makmur. Artinya, bahwa cita-cita bangsa Indonesia tidak lain merupakan cita-cita PERGUNU. Dengan kata lain bahwa persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia, tidak lain juga merupakan permasalahan yang harus diatasi oleh PERGUNU.
Sebagai organisasi profesi yang mewadahi para ustadz, guru dan dosen Nahdlatul Ulama, sudah barang tentu PERGUNU memiliki posisi strategis dalam memecahkan 6 persoalan bangsa sebagaimana dikemukakan pada Bab II, terutama hal yang berkaitan dengan pembangunan perilaku, karakter dan moral anak bangsa. Secara singkat, PERGUNU dalam khidmah dan kiprahnya diharapkan sebagai syuhud tsaqafi (penggerak intelektual) dan sekaligus sebagai syuhud hadlori (penggerak peradaban).
Untuk lebih memahami dan menimbang kekuatan PERGUNU dalam keikut-sertaannya mengatasi persoalan bangsa Indonesia, mari kita perhatikan beberapa hal berikut ini.
Kekuatan PERGUNU :
  1. Sebagai badan otonom dari Nahdlatul Ulama yang merupakan organisasi massa keagamaan (Islam) terbesar di negara yang memiliki warga negara pemeluk Islam terbanyak, sehingga PERGUNU mempunyai kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan sebagian besar masyarakat Indonesia.
  2. Seperti organisasi induknya, PERGUNU memiliki sikap al-ikhlas (ketulusan), al-‘adalah (keadilan), at-tawassuth (moderasi), at-tawazun (keseimbangan) dan at-tasamuh (toleransi) sehingga mampu berkomunikasi, berinteraksi dan bersosialisasi dengan berbagai kalangan masyarakat Indonesia yang majemuk dengan berbagai suku, etnis, kelompok masyarakat, agama dan kepercayaan.
  3. Sebagaimana tekad yang dimiliki Nahdlatul Ulama, para anggota PERGUNU disamping mempunyai cita-cita untuk mengembangkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah, juga demi ukhuwah insaniyah sehingga akan menjadi relevan perannya tidak hanya dalam menyelesaikan persoalan nasional akan tetapi juga internasional dan bersifat universal.
  4. Nahdlatul Ulama yang moderat telah mencatat dengan tinta emas berbagai pengakuan lembaga masyarakat nasional dan regional, organisasi internasional dan berbagai negara atas prestasinya berpartisipasi aktif memecahkan persoalan dunia, antara lain konflik antar suku, agama dan regional. Ketika para cerdik pandai Nahdlatul Ulama tidak lain merupakan anggota PERGUNU, maka artinya PERGUNU juga memiliki reputasi dan kapasitas seperti halnya organisasi induknya, Nahdlatul Ulama.
  5. Dengan sikap at-tawazun (moderat) dan berorientasi pada ukhuwah insaniyah (kepentingan seluruh insan), maka keberadaan PERGUNU akan menjadi katalisator dan penyeimbang bagi berbagai kelompok kekuatan ekstrem yang tumbuh di masyarakat. Masuknya elemen NU dalam kiprahnya mengeliminasi paham terorisme ekstrem merupakan ihwal kongkrit keterlibatan PERGUNU, karena peran penting para guru NU dalam memasukkan kesejukan pada setiap tema pembelajaran di kelas sangat optimal dan urgen.
  6. Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah lembaga pendidikan Islam pada tahun ajaran 2009/2010 terdiri dari : Raudhatul Athfal (23.987 sekolah), Madrasah Ibtidaiyah (22.239 sekolah), Madrasah Tsanawiyah (14.822 sekolah), Madrasah Aliyah (5.897 sekolah), Pondok Pesantren Salaf (4.211 pondok), Pendidikan Paket A (311 unit), Pendidikan Paket B (494 unit), Pendidikan Paket C (1.318 unit), Madrasah Diniyah Awaliyah (55.975 sekolah), Madrasah Diniyah Wustha (8.445 sekolah), Madrasah Diniyah Ula (1.849 sekolah), Perguruan Tinggi Islam Negeri (52 unit), dan Perguruan Tinggi Islam Swasta (522 unit). Hal ini menggambarkan luasan jangkauan unit kegiatan masyarakat yang menjadi ladang aktivitas para anggota PERGUNU.
  7. Dari sekian unit lembaga pendidikan Islam sebagaimana tersebut pada butir f di atas, dapat digambarkan jumlah peserta didik yang menjadi sasaran garapan para anggota PERGUNU, meliputi : Raudhatul Athfal (915.315 siswa), Madrasah Ibtidaiyah (3.813.228 siswa), Madrasah Tsanawiyah (2.511.839 siswa), Madrasah Aliyah (917.227 siswa), Pondok Pesantren Salaf (338.924 siswa), Pendidikan Paket A (15.978 siswa), Pendidikan Paket B (29.315 siswa), Pendidikan Paket C (56.128 siswa), Madrasah Diniyah Awaliyah (4.393.993 siswa), Madrasah Diniyah Wustha (418.907 siswa), Madrasah Diniyah Ula (83.913 siswa), Perguruan Tinggi Islam Negeri ( 201.341 mahasiswa), dan Perguruan Tinggi Islam Swasta (349.353 mahasiswa).
  8. Di Negara demokratis, peran kelompok menengah cukup signifikan sebagai penggerak dinamika masyarakat termasuk menduduki sentra strategis. PERGUNU yang didominasi oleh guru, ustadz dan dosen dari kalangan NU sebagai penyumbang kuantitas terbanyak pada konteks social dan keagamaan, sangat krusial memiliki kekuatan sebagai kelompok penekan dan kelompok kepentingan.
  9. Dalam konteks sosialisasi, peran kelompok intelektual pada panggung ‘game and playing stage’ sangat dominan pada proses pembentukan kepribadian bangsa melalui proses pembelajaran dan pembiasaan kepada anak didik. PERGUNU dengan jangkauan dan bentangan keanggotaan yang besar memiliki posisi sebagai ‘moral and education force’ bagi terbentuknya tatanan pembangunan karakter bangsa.

Berdasarkan berbagai kekuatan tersebut, PERGUNU merupakan ujung tombak dengan daya jangkau yang luas, serta spektrum garapan yang beragam untuk mengatasi persoalan bangsa dalam rangka tercapainya cita-cita kemerdekaan mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur berkeadilan serta berakhlaqul karimah.

  1. B. Peran Strategis PERGUNU
    1. 1. Upaya Meningkatkan Daya-saing Bangsa
Globalisasi yang ditandai dengan liberalisasi, keterbukaan, dan kebebasan dalam segala aspek, baik ekonomi, sosial, budaya dan politik, dapat dipastikan akan menimbulkan peluang yang bisa memberikan manfaat dan ancaman berupa beban dan kerugian. Oleh karena itu, perlu membangun ketahanan dan daya-saing bangsa yang kiranya mampu meraih peluang dan menghindari ancaman yang dari waktu ke waktu kian tinggi intensitasnya. Daya-saing dapat dibangun dan ditingkatkan melalui pendidikan berorientasi pada pembentukan dan pengembangan jiwa kritis, kreatif, inovatif dan kompetitif, sehingga bangsa Indonesia tidak hanya mampu bertahan dari gempuran pesaing asing, akan tetapi juga mempunyai kekuatan ekspansif agar bisa menggenggam dunia.
Dilihat dari perspektif non-ekonomis, model pendidikan nasional seharusnya berorientasi pada pembentukan dan pengembangan kecerdasan budaya (cultural quotient), sehingga mampu mempertahankan nilai-nilai positif budaya sendiri dari pengaruh budaya asing yang bisa mengakibatkan dekadensi moral. Karena arus budaya asing yang tak terbendungkan, maka para pendidik harus dapat meningkatkan kemampuan para peserta didik untuk memilah dan memilih budaya asing, sehingga akan terjadi difusi dan hibridisasi budaya yang positif bagi pembangunan bangsa.
Jelas kiranya, para anggota PERGUNU dengan jati diri dan kekuatannya adalah relevan menjadi garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan para peserta didik sebagai komponen bangsa yang perlu dikembangkan kemampuan daya-saingnya baik dari aspek ekonomis, sosial-budaya dan politik.

  1. 2. Mengatasi Ketertinggalan Ketersediaan, Kesiapan dan Pemanfaatan Teknologi
Sebagai negara kepulauan yang wilayahnya membentang dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas ke pulau Rote, maka harus diakui bahwa Indonesia telah melangkah dengan benar ketika tahun 1976 mulai menerapkan sistem komunikasi Satelit Palapa, buatan Amerika Serikat. Kemudian pada akhir Januari 2010 yang lalu, pemerintah telah mengirimkan beberapa tenaga ahli komunikasi ke Rusia mengikuti pendidikan dan latihan dalam rangka proyek pembuatan Satelit Telkom-3 yang dibuat oleh negara tersebut, dan direncanakan akan selesai bulan Agustus 2011. Selama ini, Satelit Telkom-1 dan Telkom-2 dimanfaatkan untuk penyelenggaraan Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) di tingkat nasional, dan SEAMOLEC untuk kawasan Asia Tenggara dalam rangka penyelenggaraan sekolah jarak jauh. Sudah barang tentu, Satelit Telkom-3 akan dimanfaatkan lebih luas lagi, yakni untuk merintis pembuatan satelit pendidikan dalam rangka menjangkau 80% dari 230.000 sekolah di seluruh Indonesia, mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi pada tahun 2015-2020 mendatang.
Berbarengan dengan proyek pembuatan Satelit Telkom-3, pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tengah melakukan studi kelayakan untuk perintisan program satelit pendidikan Dewantara dalam rangka mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (distance learning). Rencananya, Satelit Pendidikan Dewantara dari 12 transponder yang tersedia, sebanyak 8 buah dialokasikan untuk kelas interaktif di 200 sekolah dan kelas non-interaktif di 40.000 sekolah. Sisanya, 4 transponder dimanfaatkan untuk telemedisin dan pertahanan.
Harapannya, program persatelitan, terutama satelit pendidikan memberikan manfaat yang nyata, bukan hanya sekedar proyek mercusuar yang nampak gemerlapan dari kejauhan, namun merasa gelap ketika kita berada persis di bawahnya. Sebagai contoh: pemanfaatan Satelit Telkom-1 dan Telkom-2 bagi Jardiknas ternyata tidak optimal. Mengapa demikian? Karena persoalan teknis maupun ketidak-ajegan pemanfaatan fasilitas tersebut yang disebabkan oleh beberapa hal, misalkan keterbatasan ketersediaan program-program pendidikan berbasis multimedia. Oleh karena itu, para anggota PERGUNU dengan kompetensinya yang khas akan mampu menyediakan materi pembelajaran terutama di bidang pembentukan perilaku dan akhlaq mulia.
  1. 3. Mengatasi Ancaman Kelangsungan Kehidupan Manusia
Sebagaimana telah dikemukakan bahwa persoalan degradasi lingkungan hidup tidak lain disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab. Karena keserakahan demi memenuhi tujuan maksimalisasi keuntungan, pihak produsen menghalalkan segala cara dalam menghasilkan barang dan jasa. Demi maksimalisasi kepuasan, para konsumen mengkonsumsi barang dan jasa yang mengabaikan kelestarian lingkungan. Dengan pertimbangan untuk mengisi pundi-pundi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), banyak negara mengeksploitasi alam secara membabi buta yang menimbulkan kerusakan ekosistem.
Dari uraian tersebut di atas, nampak jelas bahwa akar permasalah (root causes) dari persoalan kemrosotan kualitas lingkungan hidup tidak lain karena ulah atau perilaku buruk manusia. Dengan demikian, cara yang tepat untuk mengatasinya adalah membangun dan mengembangkan cara pandang dan perilaku manusia dalam berkegiatan produksi maupun konsumsi yang seharusnya berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup, melalui pendidikan kepada masyarakat. Tujuannya adalah membantu kepada masyarakat, termasuk peserta didik, mengembangkan keterlibatannya sebagai individu yang senantiasa belajar terus sepanjang hayat (longlife learners) dengan ilmu pengetahuan (knowledge), kepandaian (skills), dan nilai-nilai (values) yang diperlukan sebagai partisipan yang aktif dalam masyarakat global yang berkelanjutan (the sustainable globalizing society). Dengan demikian, maka diharapkan masyarakat atau peserta didik akan dapat :
(a) memiliki pemahaman mendalam tentang sistem lingkungan, ekonomi dan sosial-budaya yang sejatinya sangat komplek;
(b) mengakui pentingnya keterkaitan sistem tersebut dalam dunia yang berkelanjutan (a sustainable world);
(c) menghargai perbedaan sudut pandang dan interpretasi terhadap persoalan yang komplek berkaitan dengan budaya, ras, agama, etnis, kewilayahan, dan perspektif antar generasi dalam hubungannya dengan kehidupan yang berkelanjutan.
Jelas kiranya, semua hal tersebut di atas ―pembangunan dan pengembangan perilaku―merupakan bidang garapan bagi para anggota PERGUNU. Paling tidak, PERGUNU bisa berperan sebagai pressure group terhadap para pelaku perusak lingkungan hidup, baik individu, sekelompok orang, atau korporasi. Adapun cara yang bisa ditempuh adalah melalui (a) penyuluhan, (b) percontohan, (c) supervisi, (d) berkolaborasi dengan para non-governmental organization (NGO) penggiat lingkungan, dan (e) kerjasama dengan kementerian negara yang membidangi lingkungan hidup.
  1. 4. Membangun dan Mengembangkan Softskill
Pengertian softskills menurut Berthal sebagaimana dikutip oleh Illah Sailah adalah “Personal and interpersonal behaviors that develop and maximize human performance (e.g. coaching, team building, initiative, decision making etc). Softskill does not include technical skills such as financial, computing and assembly skills”. Lebih lanjut, bahwa softskills adalah ketrampilan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain baik perseorangan maupun kelompok (termasuk kepada dirinya sendiri). Dengan demikian, atribut softskill terdiri dari : nilai yang dianut, motivasi, entusiasme, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Sudah barang tentu, setiap orang tidak memiliki atribut dengan kadar yang sama, tergantung pada kebiasaan, cara berpikir, lingkungan dan bagaimana bersikap. Berdasarkan penelitian para ahli di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada telah diperoleh 23 atribut softskills yang dominan di lapangan kerja, dengan urutan prioritas sebagai berikut :








Urutan
Atribut
Urutan
Atribut
1
Inisiatif
13
Manajemen diri
2
Etika/integritas
14
Menyelesaikan persoalan
3
Berpikir kritis
15
Dapat meringkas
4
Kemauan belajar
16
Berkooperasi
5
Komitmen
17
Fleksibel
6
Motivasi
18
Kerja salam tim
7
Bersemangat
19
Mandiri
8
Dapat diandalkan
20
Mendengarkan
9
Komunikasi lisan
21
Tangguh
10
Kreatif
22
Berargumentasi logis
11
Kemampuan analitis
23
Manajemen waktu
12
Dapat mengatasi stress



Sejauh ini, di Indonesia belum ada dokumen resmi yang memberikan informasi tentang atribut softskills yang diperlukan dunia kerja atau dunia usaha. Hasil tracer study yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2000 ternyata atribut jujur, kerjasama dalam tim, integritas, komunikasi, dan rasa humor sangat diperlukan dalam dunia kerja.
Sementara itu, beberapa ahli membagi softskill atau people skills menjadi 2 jenis, yaitu : (1) intrapersonal skills dan (2) interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah ketrampilan sesorang dalam mengatur dirinya sendiri sedemikian rupa agar menjadi lebih baik. Dengan demikian, intrapersonal skills seharusnya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang berinteraksi dengan orang lain, baik perorangan maupun kelompok. Adapun interpersonal skills adalah ketrampilan seseorang yang diperlukan dalam berinteraksi dengan orang lain, baik perorangan maupun kelompok. Atribut masing-masing jenis softskills tersebut adalah sebagai berikut.
No.
Intrapersonal skills
No.
Interpersonal skills
1.
2
3
4
5
6
7
8
Transforming Character
Transforming Beliefs
Change Management
Stress Management
Time Management
Creative Thinking Processes
Goal Setting & Life Purpose
Accelerated Learning Techniques
1
2
3
4
5
6
7
8
Communication skills
Relationship building
Motivation skills
Leadership skills
Self-marketing skills
Negotiation skills
Presentation skills
Public speaking skills

Dengan demikian, pembangunan dan pengembangan softskills tidak lain upaya meningkatkan kualitas setiap atribut tersebut di atas bagi setiap orang atau peserta didik dari tingkat dasar sampai jenjang pendidikan tinggi. Apabila diamati, maka sesungguhnya atribut-atribut tersebut menyangkut perilaku, moral dan tata-nilai individu. Sudah barang tentu, semua ini adalah sangat relevan dengan tugas dan kewajiban serta kompetensi para anggota PERGUNU.
  1. 5. Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Terhadap HAM
Pengetahuan tentang Hak Azasi Manusia (HAM) ―terutama yang menyangkut hal-hal mendasar―seyogyanya tidak hanya dimiliki oleh aparatur pemerintah, aparatur negara maupun penegak hukum, akan tetapi wajib dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia. Oleh karena persoalan hak azasi manusia adalah menyangkut hak dan kewajiban setiap individu, maka semestinya pengetahuan tentang kedua hal tersebut merupakan suatu keharusan. Artinya, dalam setiap melakukan aktivitas, setiap orang seharusnya tidak hanya melihat haknya akan tetapi melihat pula hak orang lain dan berkewajiban mengakui dan menghargai hak orang lain. Sering kita jumpai suatu situasi dimana karena ketidaktahuannya, seseorang tidak mengerti akan haknya, sehingga sering menjadi korban orang lain yang ingin memanfaatkan atau mengeksploitasinya. Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, jika setiap orang tahu dan sadar akan apa arti sebenarnya Hak Azasi Manusia (HAM).
Oleh karena itu, perlu sosialisasi kepada masyarakat luas tentang HAM, melalui : (a) penyuluhan kepada masyarakat umum, dan (b) pendidikan sejak dini kepada para pelajar dan mahasiswa. Dalam hal pendidikan HAM, bisa dilakukan secara integratif dalam berbagai mata pelajaran/mata kuliah, ataupun merupakan mata-pelajaran/mata kuliah khusus. Sudah barang tentu, para anggota PERGUNU yang terdiri dari para ustadz, guru dan dosen mempunyai relevansi dan kompetensi melaksanakan pendidikan Hak Azasi Manusia (HAM) tersebut dengan jangkauan garapan yang luas. Apalagi PERGUNU berlandaskan pada sikap al-ikhlas (ketulusan), al-‘adalah (keadilan), at-tawassuth (moderasi), at-tawazun (keseimbangan) dan at-tasamuh (toleransi) akan menjadi pas untuk program penyuluhan dan pendidikan HAM kepada masyarakat.
  1. 6. Membangun dan Mengembangkan Karakter Bangsa
Karakter sebagai suatu moral excellence atau akhlak adalah dibangun dari berbagai kebajikan yang akan memiliki makna manakala dilandasi oleh nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat yang berbudaya. Oleh karena itu, pembangunan dan pengembangan karakter adalah upaya menanamkan dan meningkatkan kualitas nilai-nilai yang mendasari suatu kebajikan, sehingga menjadi suatu kepribadian bangsa yang bermakna positif bagi siapapun. Lalu bagaimana melaksanakannya? Jawabannya adalah melalui pendidikan kepada masyarakat sejak dini, baik formal dan informal.
Namun, perlu kiranya diingat bahwa berbeda dengan materi disiplin ilmu pada umumnya yang bersifat mastery, materi pendidikan karakter bangsa adalah bersifat developmental. Salah satu ciri dari pendidikan bersifat developmental adalah penyampaian materinya memerlukan waktu yang cukup panjang dan bersifat saling menguatkan (reinforce) antara kegiatan belajarnya dengan kegiatan belajar lainnya, antara proses belajar di kelas dengan kegiatan kurikuler di sekolah dan di luar sekolah.
Mengapa memerlukan waktu yang cukup panjang? Mengubah karakter tidak bisa dengan serta merta karena sulit bagi seseorang untuk mengubah kebiasaan yang telah dijalani bertahun-tahun. Demikian pula, pemahaman terhadap karakter dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari perlu adaptasi dan keteladanan dari tokoh masyarakat, orang tua dan pendidik: ustadz, guru dan dosen.
Berdasarkan uraian di atas, maka jelas kiranya para uztadz, guru dan dosen anggota PERGUNU memiliki relevansi dan kompetensi di bidang pendidikan karakter ini. Apalagi pada umumnya, sistem lembaga-lembaga pendidikan Islam berupa boarding school sehingga terbentuk pendidikan yang utuh, terintegrasi dan berkelanjutan (tidak terputus) antara kegiatan reguler di sekolah dan di luar sekolah.
Lebih lanjut, PERGUNU yang berfaham Ahlussunnah wal Jama’ah bertekad tidak hanya mengembangkan ukhuwah Islamiyah semata, akan tetapi juga ukhuwah wathoniyah yang tidak diragukan orientasi kebangsaannya. Hal inilah merupakan bekal utama yang dimiliki setiap anggota PERGUNU dalam menyampaikan segala hal ikhwal tentang wawasan kebangsaan kepada masyarakat luas.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa PERGUNU mempunyai kompetensi dan relevansi dalam mengatasi persoalan : (1) peningkatan daya saing bangsa, (2) kesiapan dan pemanfaatan teknologi, (3) ancaman lingkungan hidup, (4) membangun dan mengembangkan softskills, (5) peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap HAM, dan (6) membangun dan mengembangkan karakter bangsa. Demikian pula, semua usaha memecahkan persoalan tersebut di atas sesungguhnya merupakan bagian dari program kerja PERGUNU Periode 2011-2016. Oleh karena itu, agar program kerja memberikan hasil yang maksimal, maka perlu dilakukan peningkatan kualitas kompetensi para guru anggota PERGUNU melalui “Program Pembangunan Kapasitas (Capacity Building) Anggota PERGUNU” yang akan dan telah terdiri dari berbagai aktivitas, antara lain :
Peningkatan Kompetensi Guru
  1. Program Studi lanjut (pemberian bea-siswa)
  2. Penyelenggaraan Training of Trainers (ToT)
  3. Peningkatan Kualitas Belajar Mengajar
  4. Peningkatan Pengetahuan Manajemen Pendidikan
  5. Peningkatan Penguasaan Teknologi Informasi
  6. Pelatihan Penulisan Artikel
  7. Peningkatan Kemampuan Melakukan Penelitian
  8. Pengadaan Buku Berkualitas
Peningkatan Non-kompetensi Guru
  1. Peningkatan Pengatahuan Tentang Pendidikan Karakter/
Wawasan Kebangsaan
  1. Peningkatan Pengetahuan Tentang Pendidikan Softskills
  2. Pengembangan Pengetahuan Tentang Pembangunan Berkelanjutan
  3. Percepatan Implementasi Program Sertifikasi
  4. Pengembangan Pengetahuan Tentang Hak Azasi Manusia (HAM)
  5. Program Internalisasi Faham Ahlussunnah Wal Jama’ah

  1. C. Struktur Organisasi PP Pergunu
Sebagai tindak lanjut dari hasil rapat pertemuan tim formatur penyusunan kepengurusan PP Pergunu masa khidmat 2011-2016 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kembangbelor Pacet Mojokerto pada tanggal 20 Agustus 2011 dan hasil rapat tim formatur pada tanggal 11 September 2011 di kantor PBNU Jakarta, maka diputuskan Struktur Organisasi PP Pergunu berdasarkan SK PBNU nomor : 152/A.II.04.d/10/2011 tertanggal 25 Oktober 2011 sebagaimana berikut ini :
  1. I. Dewan Penasehat
1.
Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA
2.
Drs. H. As’ad Said Ali
3.
Prof. DR. KH. Artani Hasbi
4.
Prof. DR. H. Kacung Marijan
5.
DR. KH. Mujib Qulyubi, M.Hum
6.
KH. Bashori Alwi
7.
KH. Djamaluddin Abdullah
8.
Drs. H. Kusnan
9.
Drs. H. Hilaluddin
10.
Drs. H. Ahmad Wibisono
11.
Drs. KH. Hasan Mutawakil A, M.Si

  1. II. Dewan Pakar
1.
Prof. DR. H. Muchlas Samani, M.Pd
2.
Prof. DR. H. Ridwan Nashir
3.
Prof. DR. H. Muchtar Lathif
4.
Prof. DR. H. Arfin Hamid
5.
Prof. DR. H. Husein Azis
6.
Prof. DR. H. Yatim Riyanto, M.Pd
7.
Prof. DR. H. Ibrahim Bafadhol
8.
Prof. DR. H. Musta’in, M.Si
9.
Prof. DR. H. Ali Azis
10.
Prof. DR. H. Ali Haidar
11.
Prof. DR. H. Imam Syafi’i
12.
Prof. DR. H. Achmad Rofi’udin
13.
Prof. DR. H. Shodiqi, SH.,MH
14.
Prof. DR.H. Agus Sholahuddin, MS
15.
Prof. DR. Hj. Zaitunah Subhan
16.
DR. H. Sukidin, M.Pd
17.
DR. H. Rulam Ahmadi

  1. III. Pengurus Harian (PH)

I.1
Ketua Umum
DR. KH. Asep Saefuddin Chalim
I.2
Ketua
Drs.H.Rudolf Chrysoekamto, M.Si
I.3
Ketua
Drs. H. Saiful Rahman
I.4
Ketua
Drs. H. Taufik C, M.Hum
I.5
Ketua
DR. H. Agus Zainal
I.6
Ketua
DR. Sukadir, M.Pd.I
I.7
Ketua
Drs. H. Damiri, M.Ag
I.8
Ketua
HM Nurullah,M.Pd
I.9
Ketua
HM. Tohirin, S.Pd
I.10
Ketua
DR. H. Abdul Mufti Bisri
I.11
Ketua
Prof.DR.KH. Khozin Nasuha
I.12
Ketua
Drs. H. Wahid Abdurahman, M.Si
I.13
Ketua
DR. Hj. Mufidah
II.1
Sekretaris Umum
Drs. H. Gatot Sujono, MA
II.2
Sekretaris
Affan Hasnan, M.Pd
II.3
Sekretaris
DR. Achmad Mustaqim
II.4
Sekretaris
Dra. Hj. Suraya Khusnaniyati
II.5
Sekretaris
DR. H. Darmadji, M.Sc
II.6
Sekretaris
Erda Eriyanti, M.Pd
II.7
Sekretaris
H. Achmad Chudori, M.Pd
II.8
Sekretaris
DR. H. Berlian Nashr Kasihono, MT
II.9
Sekretaris
Drs. H. Budi Sulistyono, MM
II.10
Sekretaris
Ahmad Sutejo, S.Pd
II.11
Sekretaris
Dendy Zuhairi Finsa, SH., M.Pd
III.1
Bendahara Umum
Drs. H. Anam Mubarok
III.2
Bendahara
DR.H. Fadly Usman,ST.MT
III.3
Bendahara
Drs. H. Fathurahman, M.Pd.I
III.4
Bendahara
Drs. H. Akhiyak
III.5
Bendahara
H. Rozi Indrafuddin, LC.P.Phil.I
III.6
Bendahara
DR. H. Muamar Bakri, Lc.,MA
III.7
Bendahara
Samsul Arifin, SH, MM
III.8
Bendahara
M Yunus, M.Ag
III.9
Bendahara
H. Zakariyah, M.Pd.I
III.10
Bendahara
Drs. H. Maklum, M.Pd



  1. D. Nama Team dan Keahlian Yang Dimiliki
No
N a m a
Keahlian
Keterangan
1.
Dr. H. Imron Arifin, M.Pd
  1. Manajemen Pendidikan
  2. Pengembangan Kurikulum
CV terlampir
2.
Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si
  1. Manajemen Sumber-daya Manusia
  2. Manajemen Pendidikan
CV terlampir
3
Prof. Dr. H. Achmad Fatchan, MPd, MSi
  1. Peneliti bidang sosial
  2. Manajemen Pendidikan
CV terlampir
4
Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M. Pd.
  1. Manajemen Pendidikan
  2. Pengembangan Kurikulum & Pembelajaran
CV terlampir
5
Prof. Dr. Ahmad Rofi’udin , M.Pd
  1. Manajemen Pendidikan
  2. Assessor Akreditasi Pendidikan Nasional
CV terlampir
6
Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M.
  1. Manajemen Stratejik Pendidikan
  2. Ahli Perbukuan
CV terlampir
7
Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd
  1. Manajemen Pendidikan
  2. Supervisi & Evaluasi Pembelajaran
CV terlampir
8
Drs. Gatot Sujono, M.A
  1. Manajemen organisasi
  2. Manajemen Keuangan
  3. c. Quality Assurance
CV terlampir
9.
Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA
  1. Sosiologi Pendidikan
  2. Manajemen Pendidikan
CV terlampir
10.
Drs. Rudolf Chrysoekamto,M.Si
  1. Sosiologi Pendidikan
  2. Manajemen Pendidikan
CV terlampir
11.
Dr. H. Berlian NK, M.MT
  1. Teknologi Informatika
  2. Manajemen Strategik
CV terlampir
12.
Drs. H. Taufik CH. MH
  1. Kebijakan Pendidikan
  2. Advokasi
CV terlampir
13
Enggar Nursasi, SE.,Ak.,MM
  1. Akuntan
  2. Auditor Manajemen/Keuangan
  3. c. Quality Assurance
CV terlampir
14
Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd

  1. Manajemen Pendidikan
  2. Pengembangan Kurikulum & Pembelajaran
CV terlampir
15
Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D.
  1. Manajemen Pendidikan
  2. Pengembangan Kurikulum
CV terlampir
16
Dr. Rulam Ahmadi, MPd
  1. Manajemen Pendidkan
  2. Peneliti Sosial
CV terlampir
17
Dr. H. Abd Munir. M.Ag
  1. Manajemen Pendidikan Islam
  2. Peneliti Agama Islam
CV terlampir
18
Dr. Hj. Mutmainnah Mustofa, M.Pd
  1. Manajemen Pendidikan
  2. Peneliti sosial
CV terlampir
19
Dr. M. Endri Julianto, M.Pd

  1. Manajemen Pendidikan Islam
  2. Instruktur Pelatihan Guru Islam
CV terlampir
20
Prof. Dr. A. Chozin Nasuha, MA
  1. Pendidikan Islam
CV terlampir

  1. E. Pengalaman Profesional Lembaga
Meski PP Pergunu sebagai badan otonom PBNU baru di-SK-kan pada tanggal 25 Oktober 2011, namun karena secara historis PP Pergunu sudah eksis sejak lama, maka kegiatan di bidang pelatihan dan pengembangan sudah bergema sejak lama seiring tuntutan untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian para guru, pendidik sekaligus tenaga kependidikan di lingkungan Kemendiknas dan Kemenag. Tidak dipungkiri untuk kiprah ini mengingat sasaran dan tujuan Pergunu memang sejalan dengan sasaran dan tujuan bangsa Indonesia yang salah satunya demi tercapainya pencerdasan kehidupan berbangsa.
Secara sporadis namun tetap berada pada kerangka aksi di bidang pendidikan dan pengajaran, program yang telah dikembangkan oleh Pergunu secara professional telah dijalankan seiring aktivitas person yang berada di lingkungan Pergunu, yang antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Seminar Nasional Hispisi, Model-Model Pembelajaran Kooperatif Versi Kagan, Batu, 26 Februari 2011
  2. Diklat Model-model pembelajaran inovatif pada guru-guru SD dan SMP di Kabupaten Blitar pada bulan Agustus 2008.
  3. Diklat sertifikasi guru di Batu yang dilaksanakan oleh BPSG (Badan penyelenggara Sertifikasi Guru) Rayon 15 Universitas Negeri Malang sebanyak 5 angkatan (2007-2008).
  4. Diklat tentang metode Pembelajaran IPS kepada guru-guru di Situbondo dan Pajarakan, 2006
  5. Diklat metode Pembelajaran IPS kepada guru-guru di Kesamben, Blitar, 2006
  6. Diklat Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPS guru-guru SMU Negeri dan Swasta se Kota Surabaya, Agustus-September 2001 (disponsori oleh PT Terminal Peti Kemas Surabaya).
  7. Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dalam pembelajaran IPS guru-guru SMU Negeri dan Swasta se Kota Surabaya, Agustus-September 2001 (disponsori oleh PT Terminal Peti Kemas Surabaya).
  8. Diklat Pembelajaran Bahasa Inggris Bisnis serta Korespondensi Bahasa Inggris Bagi Guru-Guru SMK (Kejuruan Perkantoran), 2001-2002.
  9. Diklat Pembelajaran Manajemen Bisnis pada Diploma I PIKMI Malang, 1999-2001
  10. Diklat pengembangan budaya kewirausahaan di Perguruan Tinggi, di IKIP MALANG, anggota, 1999.
  11. Pengabdian kepada kelompok usaha kecil di Desa Ajowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kodya Malang, anggota, 1998.
  12. Program pengembangan budaya kewirausahaan di Perguruan Tinggi, di IKIP MALANG, ketua, 1998.
  13. Instruktur Program pelatihan kewirausahaan bagi para tenaga kerja trampil korban PHK Dalam rangka Pelaksanaan JPS di Kotamadya Malang , anggota, 1998.
  14. Workshop Da’I tahun 2007 di Surabaya
  15. Pelatihan Nasional Metode Penelitian Pendidikan tahun 2008 di Jember
  16. Diklat Pembelajaran Pesantren di MQ PP Tebuireng Jombang tahun 2010
  17. Diklat Pembelajaran Guru Masdrasah di LP Maarif kabupaten Blitar tahun 2010
  18. Diklat Pembelajaran Madrasah di Lp Maarif kabupaten Mojokerto tahun 2010
  19. Diklat Pembelajaran di Kantor Cabang NU Kabupaten Situbondo tahun 2010
  20. Diklat Pembelajaran di Pondok Pesantren Syaichona Kholil kabupaten Bangkalan tahun 2011
  21. Diklat Pendidikan PAUD tahun 2011

  1. Pendampingan Akreditasi MAU Amanatul Ummah tahun 2004 dan tahun 2009
  2. Pendampingan Akreditasi MBI Pacet Mojokerto 2009
  3. dan lain-lain

  1. F. Jaringan dan Kerjasama
Jaringan dan kerja sama kemitraan telah dilakukan oleh Pergunu di antaranya dengan lembaga professional berikut ini :
- Lembaga Kajian Sosial Indonesia (LekSi)
- Lembaga Kajian Pendidikan Airlangga (LKPA)
- Lemlit Universitas Jember
- Lemlit Universitas Negeri Malang
- Lemlit Universitas Negeri Surabaya
- Lembaga Pelatihan dan Pengembangan ‘Edukasi Mandiri’
- LP Ma’arif kabupaten Blitar
- LP Ma’arif kabupaten Mojokerto
- LP Ma’arif kabupaten Situbondo
- LP Ma’arif kabupaten Lumajang
- LP Ma’arif kabupaten Magetan
- LP Ma’arif kota Surabaya
- Lembaga Pelatihan dan Pengembangan ‘Syllabus’
- Beberapa PCNU di provinsi Jawa Timur
- PWNU Jawa Timur
- Madrasah Tsnawiyah daan Madrasah Aliyah di provinsi Jawa Timur

  1. G. Rekening Lembaga
Nama Bank : Bank Syariah Mandiri 387 KCP Krian Sidoarjo
Atas Nama : Persatuan Guru NU (Pergunu)
Account Number : 3877003721
Penandatangan : 1. Asep Saifuddin Chalim
2. Gatot Sujono
  1. H. Rekomendasi
Dalam pengajuan profile organisasi di tingkat awal ini belum disertakan rekomendasi dari lembaga lain. Namun, untuk tahap selanjutnya akan direncanakan disampaikan rekomendasi dari :
  1. Kementerian Agama Republik Indonesia
  2. Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia
  3. Lembaga terkait lainnya yang selama ini menjalin kerjasama dengan Pergunu.

  1. I. Biodata Team
I.1 Dr. H. Imron Arifin, M.Pd
IDENTITAS DIRI
Nama : Dr. H. Imron Arifin, M.Pd
Nomor Peserta :
NIP/NIK : 19650713 199803 1 001
Tempat dan Tanggal Lahir : Surabaya, 13 Juli 1965
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Golongan / Pangkat : III/C / Penata
Jabatan Akademik : Lektor
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Malang
Alamat : Jl. Semarang No. 5 Malang
Telp./Faks. : (0341) 551312, (0341) 566962 /. (0341) 551921
Alamat Rumah : Jl. Bantaran IV No. 15 A Malang
Telp./Faks. : (0341) 493010 /. (0341) 489966
Alamat e-mail : ypas_malang@yahoo.com

RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI
Tahun
Lulus
Program Pendidikan(diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor)
Perguruan Tinggi
Jurusan/
Program Studi
1986
Sarjana Muda
IAIN Sunan Ampel Surabaya
Sarjana Muda Fakultas Ushuluddin
1988
Sarjana (S1)
IAIN Sunan Ampel Surabaya
S1 Fakultas Ushuluddin
1992
Magister (S2)
IKIP Malang
Magister Manajemen Program Pasca Sarjana
1998
Doktor (S3)
IKIP Malang
Program Doktor Manajemen Pendidikan

PELATIHAN PROFESIONAL
Tahun
Jenis Pelatihan (Dalam/ Luar Negeri)
Penyelenggara
Jangka waktu
2009
The Bridging Programme for Early Childhood
FLTC Singapore
14 hari
2010
Managemers and Professional Development Program for Early Childhood Education Master Trainers
Monash University, Melbourne Australia
14 hari

PENGALAMAN MENGAJAR
Mata Kuliah
Program Pendidikan
Institusi/Jurusan/Program Studi
Sem/Tahun Akademik.
Sistem Belajar Mengajar
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang
2010-2011
Seminar Proposal Skripsi
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang
2010-2011
Pengantar Pendidikan
S1
FMIPA
2009-2010
Ilmu Pendidikan
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang
2010-2011
Metodologi Penelitian Kualitatif
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang
2010-2011
Manajemen Layanan Khusus
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang
2009-2010
Sistem Organisasi Pendidikan
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang

Manajemen Kurikulum
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang
2010-2011
Pendidikan Agama Islam
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang

Supervisi Pendidikan
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang

PPL
S1
Dosen AP FIP Univ. Negeri Malang
2008-2009
Pengelolaan Pembaharuan Kurikulum (PPS)
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang(Manajemen Pendidikan)
2010-2011
Perancangan Pembelajaran, Penataran Dan Pelatihan (Jarmatiat) (PPS)
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang (Manajemen Pendidikan)
2010-2011
Supervisi Pembelajaran
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang (Manajemen Pendidikan)

Metode Penelitian Kualitatif
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang
(Manajemen Pendidikan)
2009-2010
Manajemen SDM
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang
(Manajemen Pendidikan)

Penelitian Kualitatif
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang(Manajemen Pendidikan)
2009-2010
Landasan Pendidikan
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang
(Manajemen Pendidikan)

Seminar Proposal Tesis
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang(Manajemen Pendidikan)

Analisis Kebijakan Pendidikan
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang(Manajemen Pendidikan)

Bimbingan PKL
S2
Dosen Pascasarjana di Universitas Negeri Malang
(Manajemen Pendidikan)



PRODUK BAHAN AJAR
Mata Kuliah
Program Pendidikan
Jenis Bahan Ajar( cetak dan noncetak)
Sem/Tahun Akademik.
Penelitian Kualitatif
Administrasi Pendidikan
Diktat: Studi Kasus dalam Penelitian kualitatif

Pengawasan Pendidikan
Administrasi Pendidikan
Diktat: Pengawasan Pendidikan

Manajemen Kurikulum
Administrasi Pendidikan
Diktat: Kamus Manajemen Kurikulum

Manajemen Layanan Khusus
Administrasi Pendidikan
Diktat Manajemen Layanan Khusus

Kepemimpinan Pendidikan
Administrasi Pendidikan
Buku: Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kepemimpinan kepala PAUD

Pengantar Pendidikan
Administrasi Pendidikan, MIPA, FS,
Diktat: Tanya-Jawab Pengantar pendidikan

Manajemen Sarana-Prasarana
Administrasi Pendidikan
Diktat: Manajemen Sarana-Prasarana


PENGALAMAN PENELITIAN
Tahun
Judul Penelitian
Ketua/anggota Tim
Sumber Dana
1985
Intensitas Remaja Masjid se Surabaya

Ketua
Mahasiswa dan Fak. Ushuluddin
1996
Pandangan santri tentang ilmu kesaktian di Pesantren Nurul Haq Suarabaya
Mandiri
Mandiri
1988
Pandangan theologis Pengikut Dabus pada Pesantren Nurul Haq Surabaya
Mandiri
Mandiri
1992
Kepemimpinan Kyai pada Pengajaan Kitab-kitab Islam Klasik di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang
Mandiri
Mandiri
1994
Pengembangan Staf di Perguruan Tinggi: Studi Kasus STIE Malangkucecwara
Mandiri
Mandiri
1995
Manajemen Strategik di Perguruan Tinggi: Studi Kasus ITN Malang
Mandiri
Mandiri
1996
Darul Arqam: Gerakan mesianik Bangsa Melayu
Mandiri
Mandiri
1998
Kepemimpinan Kepala Sekolah pada Sekolah berprestasi: Studi Multi Kasus MI Mambaul Ulum, MIN Malang I dan SDN Ngaglik I Batu di Malang
Mandiri
Mandiri
1999
Penerapan Stándar Pelayanan Minimal pada Sekolah dan Madrasah di Kota Malang
Anggota
DIKTI
2005
Kisah Sukses Sekolah Dasar binaan UNESCO dalam menerapkan CLCC atau SBM
Anggota
UNESCO
2006
Kepemimpinan Kepala Sekolah Capai Juara UKS Nasional: Studi Kasus TK Anak Saleh
Mandiri
Mandiri
2006 di Jawa Timar & 2007 di Lombok, NTB
Pengetahuan, Sikap dan Tindakan masyarakat dalam pendidikan anak: Kerjasama UNICEF dan Pemerintah Indonesia
Ketua / Anggota
UNICEF
2008
Kepemimpinan Kepala PAUD Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Entra Studi Kasus PAUD/ KB Unggulan Nasional Anak Saleh Malang
Mandiri
Mandiri
2009
The Bridging Programme berbasis Pendekatan Reggio Emilia: strategi mempersiapkan Anak Usia Dini Memasuki Pendidikan Selanjutnya
Mandiri
Mandiri
2010
Kepemimpinan HIMPAUDI dalam Peningkatan Mutu: Studi Kasus Kota Malang
Mandiri
Mandiri


KARYA ILMIAH*
Buku/Bab Buku/Jurnal
  1. 1. Buku
Tahun
Judul
Penerbit/Jurnal
1993
Kepemimpinan Kyai: Kasus Pondok Pesantren Tebu Ireng.
Malang: Kalimasada Press
1993
DABUS Ilmu Kekebalan dan Kesaktian Dalam Tarekat Rifa’iyah: Kasus Pesantren Nurul Haq Surabaya.
Malang: Kalimasada Press.
1996
Penelitian Kualitatif Dalam Ilmu-Ilmu Sosial dan Keagamaan.
Malang: Kalimasada Press.
1996
Darul Arqam Gerakan Mesianik Melayu.
Malang: Kalimasada Press
2004
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengelola Sekolah berprestasi. Studi Multi Kasus pada MIN Malang I, MI Mambaul Ulum, dan SDN Ngaglik I Batu Malang.
Yogyakarta: Aditya Media (Anggota IKAPI No. 3 / DIY)
2006
Strategi Kepala Sekolah Capai Prestasi Juara UKS Nasional, Kasus TK Anak Saleh.
Yogyakarta: Aditya Media (Anggota IKAPI No. 3 / DIY)
2007
Kepemimpinaan PAUD Terjemahan” Leadership Early Childhood” Jillian Rood.
Yogyakarta: Aditya Media (Anggota IKAPI No. 3 / DIY)
2008
Kepemimpinan Kepala PAUD dalam Menimplementasikan Pembelajaran sentra Studi Kasus PAUD/ KB Unggulan Nasional Anak Saleh Malang.
Yogyakarta: Aditya Media (Anggota IKAPI No. 3 / DIY)
2009
The Bridging Programme Berbasis Pendekatan reggio Emilia: Strategi Mempersiapkan Anak Usia Dini Memasuki Pendidikan Selanjutnya.
Yogyakarta: Aditya Media (Anggota IKAPI No. 3 / DIY)
2010
Kepemimpinan Kyai Dalam Perubahan Manajemen Pondok Pesantren : Kasus Ponpes Tebuireng Jombang.
Yogyakarta: Aditya Media (Anggota IKAPI No. 3 / DIY)

  1. 2. Jurnal
Tahun
Judul
Penerbit/Jurnal
1999
Strategi Pengelolaan MI Unggulan: Analisis Evaluatif dalam Menyusun Perencanaan Strategik MI Unggulan. 9.
Jurnal Ilmu Kependidikan. FIP IKIP Malang. Tahun 26, Nomor 1, Januari 199
1999
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Efektif. Jurnal Manajemen Pendidikan.
Intra Data Caraka Malang. Tahun 9, Nomor 1, Agustus 1999.
2004
Pengambilan Keputusan Kyai dalam Pembinaan Disiplin Santri di Ponpes Putri An-Najiyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Jurnal Manajemen Pendidikan. FIP IKIP Malang. Volume 17, No. 2, September 2004.
2005
Peran Majelis Madrasah dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat terhadap MAN Malang I.
Jurnal Manajemen Pendidikan. FIP IKIP Malang. Volume 18, No. 1, Maret 2005.
2005
Profesionalisme Guru: Strategi Pembelajaran Aktif-Kreatif untuk Tumbuh Kembang Anak Usia Taman Kanak-Kanak.
Jurnal Pendidikan Inovatif. Yayasan Sekolah Nasional-Kontraktor Production Sharing (YSN-KPS) Balikpapan. Volume 1, No. 1, Balikpapan, September 2005.
2006
Rancangan Bangun Studi Kasus: Kasus Tunggal, Multi Situs, dan Multi Kasus dalam Penelitian Kualitatif.
Jurnal Pendidikan. Lembaga Penelitian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Jilid 15, Nomor 2, Juli 2006.
2007
Peran Kepala Sekolah dalam Merancang Sekolah Efektif yang Berprestasi di Masa Depan.
Jurnal Inovasi Pendidikan. Sekolah Unggulan Terpadu (SUT) Lumajang Jawa Timur. Jilid 1, nomor 1, Lumajang, Maret 2007.
2007
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membina Prestasi Siswa.
Jurnal Manajemen Pendidikan. FIP IKIP Malang. Volume 20, Nomor 2, September 2007.
2007
Tantangan dan Strategi dalam Menggagas Sekolah Unggul Masa Depan.
Jurnal Tenaga Kependidikan. Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK. Depdiknas Jakarta. Vol.2, No. 2, Nopember 2007.
2008
Tantangan dan Strategi dalam Menggagas Sekolah Unggul Masa Depan.

Jurnal Manajemen Pendidikan. FIP IKIP Malang. Volume 21, Nomor 1, Maret 2008.

KONFERENSI/SEMINAR/LOKAKARYA/SIMPOSIUM
Tahun
Judul Kegiatan
Penyelenggara
Panitia/ peserta/pembicara
2009
International Conference for Earlychildhood Educatioan (first)
Pinnaccle Sinmgapore
Peserta
2010
International Conference for Earlychildhood Educatioan (second)
Pinnaccle Sinmgapore
Peserta
2011
International Seminar of Islamic Knowledge
IKAHA Jombang
Pembanding